sepi dikamar ini hanya lilin menerangi,
beginikah seksanya hidup dikala penantian.
Tika ditirai detik-detik ku lalui,
jiwaku gelisah membisu,
tetap setia menantimu.
Bayanganmu entah dimana.
Mengapa kita harus ditemukan
kalau akhirnya meresahkan.
Apakah aku satu persinggahan,
pengubat rindu,
kau dahaga,
ku kehausan,
setitik rasa pada bayangan yang tak pasti,
kau nyalakan perasaan mengukir kemesraan.
Mungkinkah ada sinar dan impianku..
Dan telah kuduga suasana keindahan seketika,
aku tetap menantimu,
mana sinaran terangilah hidupku,
tak sanggup lagi aku sepi...
beginikah seksanya hidup dikala penantian.
Tika ditirai detik-detik ku lalui,
jiwaku gelisah membisu,
tetap setia menantimu.
Bayanganmu entah dimana.
Mengapa kita harus ditemukan
kalau akhirnya meresahkan.
Apakah aku satu persinggahan,
pengubat rindu,
kau dahaga,
ku kehausan,
setitik rasa pada bayangan yang tak pasti,
kau nyalakan perasaan mengukir kemesraan.
Mungkinkah ada sinar dan impianku..
Dan telah kuduga suasana keindahan seketika,
aku tetap menantimu,
mana sinaran terangilah hidupku,
tak sanggup lagi aku sepi...

No comments:
Post a Comment